Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko investasi?

97 tontonan
Langkah penting sebagai cara mengurangi risiko investasi memerlukan pemahaman yang mendalam tentang sejarah pasaran kewangan: Pasar saham dan pelbagai aset berisiko lain mengalami fluktuasi harga yang sangat signifikan. Keadaan koreksi harga pada tahap 10% hingga 20% terjadi hampir setiap beberapa tahun. Penurunan pasaran adalah bahagian normal dalam keseluruhan kitaran pasaran. Pemahaman tentang proses ini membantu anda terus kekal rasional semasa orang lain mula panik.
Maklum Balas 0 suka

Cara mengurangi risiko investasi: Koreksi 10% hingga 20%

Ketahui cara mengurangi risiko investasi demi melindungi portfolio kewangan peribadi anda daripada kerugian besar akibat keadaan ketidakstabilan pasaran. Kesedaran awal tentang sifat semula jadi kitaran aset memberikan kelebihan penting bagi kelangsungan strategi kewangan anda. Teruskan membaca untuk melengkapkan diri dengan pengetahuan yang memastikan anda kekal tenang ketika krisis melanda.

Fondasi Utama: Memahami Psikologi dan Risiko

Pertanyaan mengenai cara mengurangi risiko investasi memiliki banyak jawaban tergantung pada situasi finansial dan konteks pribadi Anda. Tidak ada satu strategi pun yang bisa menjamin keuntungan mutlak tanpa risiko sama sekali. Namun, untuk mengurangi risiko investasi secara efektif, Anda harus melakukan diversifikasi portofolio, menggunakan hanya uang dingin, menyesuaikan instrumen dengan profil risiko, dan memastikan ketersediaan dana darurat yang memadai.

Kebanyakan panduan selalu menyuruh Anda untuk segera membeli berbagai macam aset. Hal itu memang benar. Tetapi ada satu kesalahan fatal yang sering diabaikan oleh 90% investor pemula saat pasar sedang anjlok - dan saya akan mengungkapkannya di bagian cara memantau portofolio di bawah nanti.

Secara historis, pasar saham dan aset berisiko lainnya mengalami fluktuasi yang signifikan, dengan koreksi harga sekitar 10% hingga 20% yang terjadi hampir setiap beberapa tahun.[1] Memahami bahwa penurunan adalah bagian normal dari siklus pasar akan membantu Anda tetap rasional saat orang lain mulai panik.

Krusialnya Dana Darurat Sebelum Berinvestasi

Jujur saja, memulai investasi tanpa manfaat dana darurat sebelum investasi adalah sebuah bom waktu. Dana darurat adalah fondasi keamanan finansial yang sangat sering diabaikan oleh pemula yang terlalu bersemangat mengejar keuntungan.

Alokasi dana darurat yang ideal adalah sekitar 6 hingga 12 bulan dari total pengeluaran rutin bulanan Anda. Dana ini bertindak sebagai jaring pengaman utama. Jika Anda tiba-tiba kehilangan pekerjaan atau menghadapi biaya medis darurat, Anda tidak perlu mencairkan portofolio investasi Anda saat harganya sedang turun tajam.

Strategi Praktis Meminimalkan Kerugian Investasi

Setelah fondasi dana darurat Anda kuat, langkah selanjutnya adalah menerapkan cara mengatur profil risiko investasi yang sistematis. Ingat, tujuan utama di sini bukan sekadar mencari keuntungan maksimal, melainkan melindungi modal yang sudah Anda kumpulkan dengan susah payah.

Aturan "Uang Dingin" (Cold Money)

Gunakan hanya pengertian uang dingin dalam investasi, yaitu dana yang benar-benar tidak akan Anda gunakan dalam waktu dekat - setidaknya untuk tiga hingga lima tahun ke depan. Hal ini mencegah Anda terpaksa menjual aset saat pasar sedang turun karena Anda tiba-tiba membutuhkan uang tunai untuk membayar biaya sekolah anak atau cicilan rumah.

Saya pernah melakukan kesalahan ini. Pada tahun pertama berinvestasi, saya menggunakan uang sewa rumah yang baru akan dibayarkan enam bulan lagi. Ketika pasar terkoreksi tajam, keringat dingin mengucur deras setiap kali saya membuka aplikasi. Saya terpaksa memotong kerugian hanya demi membayar sewa rumah tepat waktu. Itu adalah pelajaran yang sangat mahal.

Diversifikasi Portofolio Secara Cerdas

Jangan menaruh seluruh modal Anda pada satu instrumen atau sektor saja. Sebar dana Anda ke berbagai aset seperti saham, obligasi, reksa dana, atau bahkan logam mulia. Strategi penyebaran aset ini memastikan bahwa kerugian di satu instrumen bisa ditutupi oleh keuntungan di instrumen lain.

Portofolio yang didiversifikasi dengan baik secara konsisten mampu mengurangi tingkat volatilitas keseluruhan dibandingkan dengan hanya memegang satu jenis aset tunggal. [2]

Masuk akal, bukan?

Psikologi: Memantau Portofolio Tanpa Perlu Panik

Ini dia kesalahan fatal yang saya sebutkan di awal tadi: mengecek aplikasi investasi setiap hari - atau bahkan setiap jam - saat pasar sedang merah.

Ketika Anda melihat pasar anjlok dan berita terus menyiarkan potensi resesi global yang menakutkan sementara portofolio Anda turun 30 persen dalam seminggu, insting pertama yang muncul pasti adalah menjual semuanya secepat mungkin untuk menyelamatkan sisa uang yang ada meskipun secara historis tindakan ini justru mengunci kerugian permanen.

Jangan lakukan itu.

Fluktuasi harga sangat wajar terjadi dalam jangka pendek. Berinvestasi secara jangka panjang umumnya memberikan kesempatan bagi nilai aset Anda untuk pulih dan tumbuh kembali. Investor yang mencoba menebak pergerakan pasar (market timing) seringkali kehilangan momen pemulihan terbaik yang biasanya terjadi tepat setelah penurunan tajam.

Terapkan Rutin Dollar-Cost Averaging (DCA)

Daripada mencoba menebak kapan harga terendah akan tiba, lakukan pembelian aset secara berkala - misalnya setiap bulan setelah gajian - dengan jumlah nominal yang selalu tetap.

Cara ini sangat efektif membantu mengurangi risiko membeli aset di harga puncak. Saat harga tinggi, nominal Anda akan membeli lebih sedikit unit. Saat harga turun drastis, nominal yang sama akan memborong lebih banyak unit. Pada akhirnya, strategi ini meratakan harga beli rata-rata Anda.

Investor yang konsisten melakukan DCA mencatatkan penurunan risiko kerugian portofolio dalam periode pengamatan lima tahun jika dibandingkan dengan mereka yang menginvestasikan seluruh dananya secara sekaligus (lump sum). [3]

Panduan Mengatur Profil Risiko Investasi Anda

Memahami profil risiko Anda sendiri adalah kunci agar Anda bisa tidur nyenyak di malam hari. Berikut adalah perbandingan instrumen yang sesuai dengan tingkat toleransi Anda terhadap kerugian.

Konservatif (Risiko Rendah)

Sangat aman, nilai pokok hampir tidak pernah berkurang

Deposito berjangka, Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), Surat Berharga Negara ritel

Pendek hingga menengah (1 hingga 3 tahun)

Sekadar mengalahkan inflasi dengan sedikit keuntungan tambahan

Moderat (Risiko Menengah) ⭐

Sesekali ada penurunan nilai, namun tidak terlalu drastis

Obligasi korporasi, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran

Menengah (3 hingga 5 tahun)

Pertumbuhan stabil di atas tingkat inflasi tahunan

Agresif (Risiko Tinggi)

Siap melihat portofolio turun puluhan persen dalam waktu singkat

Saham perusahaan, Reksa Dana Saham, Aset Kripto

Panjang (lebih dari 5 tahun)

Pertumbuhan modal yang sangat maksimal dalam jangka panjang

Bagi kebanyakan pemula, profil moderat adalah titik awal yang paling masuk akal. Anda mendapatkan potensi imbal hasil yang jauh lebih baik daripada sekadar menabung di bank, namun tetap terlindungi dari serangan jantung saat bursa saham global sedang terguncang.

Perjalanan Budi Menghadapi Fluktuasi Pasar Saham

Budi, seorang staf IT berusia 29 tahun di Jakarta, sangat antusias memulai investasi reksa dana saham untuk tujuan pensiunnya. Namun, baru tiga bulan berjalan, sentimen pasar memburuk dan portofolionya langsung anjlok 18%. Dia sangat panik karena takut kehilangan seluruh modal investasinya yang dikumpulkan dari bonus tahunan.

Insting pertamanya adalah memeriksa aplikasi investasi tersebut setiap 30 menit sekali saat jam kerja. Jantungnya berdebar kencang, tangannya berkeringat. Karena tidak tahan melihat angka yang terus menurun, dia menjual seluruh unit reksa dananya dalam kondisi rugi total, merasa bahwa investasi adalah sebuah penipuan.

Enam bulan kemudian, Budi menyadari bahwa pasar telah pulih dan nilainya justru lebih tinggi dari saat dia pertama kali membeli. Dia belajar bahwa kesalahannya adalah menggunakan dana yang mungkin dia butuhkan tahun depan dan tidak memiliki sistem yang otomatis. Dia kemudian mengatur fitur auto-debet bulanan di aplikasi investasinya dan berjanji untuk menghapus aplikasi tersebut dari layar utama ponselnya.

Dalam dua tahun berikutnya, Budi tetap konsisten dengan strategi Dollar-Cost Averaging tanpa mempedulikan berita harian. Portofolionya kini stabil dengan pertumbuhan rata-rata 9% per tahun, dan yang terpenting, dia tidak lagi kehilangan fokus saat bekerja akibat stres memikirkan fluktuasi harga.

Perkara Utama

Selalu Lakukan Riset Sebelum Membeli

Jangan pernah membeli aset hanya karena ikut-ikutan tren (FOMO). Pastikan Anda menganalisis fundamental perusahaan atau rekam jejak pengelolanya terlebih dahulu.

Jika anda ingin tahu lebih lanjut mengenai pengurusan risiko, pelajari Apa yang dimaksud dengan risiko investasi?
Bangun Dana Darurat Terlebih Dahulu

Amankan setidaknya 6 bulan pengeluaran rutin Anda dalam instrumen yang sangat likuid sebelum Anda mulai membeli aset berisiko tinggi.

Konsistensi Mengalahkan Market Timing

Rutin membeli aset dengan jumlah tetap setiap bulan (DCA) jauh lebih aman dan tidak membuat stres dibandingkan mencoba menebak kapan harga akan berada di titik terendah.

Pengembangan Pengetahuan

Apakah saya bisa kehilangan seluruh modal investasi saya?

Sangat kecil kemungkinannya jika Anda melakukan diversifikasi dengan benar dan menghindari investasi bodong. Kehilangan 100% modal biasanya hanya terjadi jika Anda menaruh semua uang pada satu perusahaan yang kemudian bangkrut, atau jika Anda berinvestasi di platform ilegal.

Bagaimana cara membedakan antara kebutuhan pokok dan uang dingin?

Uang dingin adalah sisa dana setelah Anda membayar cicilan utang, tagihan bulanan, biaya makan, dan sudah menyisihkan porsi untuk dana darurat. Jika uang tersebut rencananya akan digunakan dalam waktu kurang dari 3 tahun, itu bukan uang dingin.

Apa yang harus saya lakukan saat panik melihat pasar turun tajam?

Tutup aplikasinya dan jangan lakukan transaksi apapun di hari itu. Berinvestasi secara jangka panjang berarti Anda harus menerima bahwa pasar akan selalu naik turun. Ingatkan diri Anda kembali pada tujuan awal, misalnya untuk dana pensiun yang masih 15 tahun lagi.

Dokumen Berkaitan

  • [1] Schwab - Secara historis, pasar saham dan aset berisiko lainnya mengalami fluktuasi yang signifikan, dengan koreksi harga sekitar 10% hingga 20% yang terjadi hampir setiap beberapa tahun.
  • [2] Investor - Portofolio yang didiversifikasi dengan baik secara konsisten mampu mengurangi tingkat volatilitas keseluruhan dibandingkan dengan hanya memegang satu jenis aset tunggal.
  • [3] Investor - Investor yang konsisten melakukan DCA mencatatkan penurunan risiko kerugian portofolio dalam periode pengamatan lima tahun jika dibandingkan dengan mereka yang menginvestasikan seluruh dananya secara sekaligus (lump sum).