Mengapa dikarenakan tidak baku?
Mengapa "Dikarenakan" Bukan Pilihan Baku dalam Penulisan?
Ketepatan dan kekemasan bahasa merupakan elemen penting dalam menghasilkan penulisan yang berkualiti. Satu kesalahan umum yang sering dijumpai dalam penulisan, khususnya dalam kalangan penulis muda, ialah penggunaan perkataan "dikarenakan". Walaupun difahami maksudnya, penggunaan perkataan ini sebenarnya tidak baku dan perlu dielakkan.
Kenapa begitu? Jawapannya terletak pada fungsi asas perkataan "karena". "Karena" dalam bahasa Indonesia (dan "kerana" dalam bahasa Malaysia) bertindak sebagai kata hubung, menghubungkan dua klausa atau frasa untuk menunjukkan sebab dan akibat. Kata hubung ini, seperti kata hubung yang lain, tidak boleh menerima imbuhan seperti awalan "di-". Menambahkan imbuhan "di-" kepada "karena" menghasilkan perkataan "dikarenakan" yang bukan sahaja tidak baku, malah kedengaran janggal dan kurang formal.
Bayangkan ayat ini: "Perjalanan itu tertangguh dikarenakan hujan lebat." Ayat ini, walaupun dapat difahami, kurang tepat dari segi bahasa. Bunyi dan penulisannya terasa berat dan kurang elegan. Perkataan "dikarenakan" sebenarnya merumitkan struktur ayat tanpa menambahkan nilai makna yang signifikan.
Sebagai alternatif, kita boleh menggunakan perkataan-perkataan lain yang lebih sesuai dan baku, seperti:
- Disebabkan: "Perjalanan itu tertangguh disebabkan hujan lebat." (Ini pilihan yang sangat sesuai dan sering digunakan.)
- Kerana: "Perjalanan itu tertangguh kerana hujan lebat." (Lebih ringkas dan padat.)
- Akibat: "Perjalanan itu tertangguh akibat hujan lebat." (Menekankan kesan langsung daripada hujan lebat.)
Ketiga-tiga pilihan ini menawarkan kejelasan dan keanggunan yang lebih baik berbanding "dikarenakan". Mereka mengekalkan maksud asal tanpa menjejaskan ketepatan dan kekemasan bahasa. Pilihan perkataan yang tepat juga bergantung kepada konteks ayat dan gaya penulisan yang ingin dicapai.
Kesimpulannya, penggunaan "dikarenakan" perlu dihindari dalam penulisan formal. Memilih perkataan gantian seperti "disebabkan", "kerana", atau "akibat" bukan sahaja menunjukkan penguasaan bahasa yang baik, malah mencerminkan kualiti dan profesionalisme penulisan anda. Justeru, marilah kita sama-sama mengamalkan penggunaan bahasa yang tepat dan baku dalam setiap penulisan kita.
- Investasi apa yang cocok untuk pemula?
- 10 Langkah Gaya Hidup Sehat?
- Jika terlanjur transfer, apa yang harus segera dilakukan?
- Berapa lama crypto akan bertahan?
- Bagaimana cara mengatasi resiko kegagalan dalam pengembangan ide usaha?
- ASI bagus sampai umur berapa?
- Apakah uang yang sudah ditransfer bisa di batalkan?
- 3 hari sesudah haid apakah bisa hamil?
- 7 Apa yang dimaksud dengan software?
- Jika jaringan 5G ada, apakah jaringan 4G akan hilang?
Maklum balas jawapan:
Terima kasih atas maklum balas anda! Maklum balas anda sangat penting dalam membantu kami menambah baik jawapan pada masa hadapan.