Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko investasi?
Cara mengurangi risiko investasi: Koreksi 10% hingga 20%
Ketahui cara mengurangi risiko investasi demi melindungi portfolio kewangan peribadi anda daripada kerugian besar akibat keadaan ketidakstabilan pasaran. Kesedaran awal tentang sifat semula jadi kitaran aset memberikan kelebihan penting bagi kelangsungan strategi kewangan anda. Teruskan membaca untuk melengkapkan diri dengan pengetahuan yang memastikan anda kekal tenang ketika krisis melanda.
Fondasi Utama: Memahami Psikologi dan Risiko
Pertanyaan mengenai cara mengurangi risiko investasi memiliki banyak jawaban tergantung pada situasi finansial dan konteks pribadi Anda. Tidak ada satu strategi pun yang bisa menjamin keuntungan mutlak tanpa risiko sama sekali. Namun, untuk mengurangi risiko investasi secara efektif, Anda harus melakukan diversifikasi portofolio, menggunakan hanya uang dingin, menyesuaikan instrumen dengan profil risiko, dan memastikan ketersediaan dana darurat yang memadai.
Kebanyakan panduan selalu menyuruh Anda untuk segera membeli berbagai macam aset. Hal itu memang benar. Tetapi ada satu kesalahan fatal yang sering diabaikan oleh 90% investor pemula saat pasar sedang anjlok - dan saya akan mengungkapkannya di bagian cara memantau portofolio di bawah nanti.
Secara historis, pasar saham dan aset berisiko lainnya mengalami fluktuasi yang signifikan, dengan koreksi harga sekitar 10% hingga 20% yang terjadi hampir setiap beberapa tahun.[1] Memahami bahwa penurunan adalah bagian normal dari siklus pasar akan membantu Anda tetap rasional saat orang lain mulai panik.
Krusialnya Dana Darurat Sebelum Berinvestasi
Jujur saja, memulai investasi tanpa manfaat dana darurat sebelum investasi adalah sebuah bom waktu. Dana darurat adalah fondasi keamanan finansial yang sangat sering diabaikan oleh pemula yang terlalu bersemangat mengejar keuntungan.
Alokasi dana darurat yang ideal adalah sekitar 6 hingga 12 bulan dari total pengeluaran rutin bulanan Anda. Dana ini bertindak sebagai jaring pengaman utama. Jika Anda tiba-tiba kehilangan pekerjaan atau menghadapi biaya medis darurat, Anda tidak perlu mencairkan portofolio investasi Anda saat harganya sedang turun tajam.
Strategi Praktis Meminimalkan Kerugian Investasi
Setelah fondasi dana darurat Anda kuat, langkah selanjutnya adalah menerapkan cara mengatur profil risiko investasi yang sistematis. Ingat, tujuan utama di sini bukan sekadar mencari keuntungan maksimal, melainkan melindungi modal yang sudah Anda kumpulkan dengan susah payah.
Aturan "Uang Dingin" (Cold Money)
Gunakan hanya pengertian uang dingin dalam investasi, yaitu dana yang benar-benar tidak akan Anda gunakan dalam waktu dekat - setidaknya untuk tiga hingga lima tahun ke depan. Hal ini mencegah Anda terpaksa menjual aset saat pasar sedang turun karena Anda tiba-tiba membutuhkan uang tunai untuk membayar biaya sekolah anak atau cicilan rumah.
Saya pernah melakukan kesalahan ini. Pada tahun pertama berinvestasi, saya menggunakan uang sewa rumah yang baru akan dibayarkan enam bulan lagi. Ketika pasar terkoreksi tajam, keringat dingin mengucur deras setiap kali saya membuka aplikasi. Saya terpaksa memotong kerugian hanya demi membayar sewa rumah tepat waktu. Itu adalah pelajaran yang sangat mahal.
Diversifikasi Portofolio Secara Cerdas
Jangan menaruh seluruh modal Anda pada satu instrumen atau sektor saja. Sebar dana Anda ke berbagai aset seperti saham, obligasi, reksa dana, atau bahkan logam mulia. Strategi penyebaran aset ini memastikan bahwa kerugian di satu instrumen bisa ditutupi oleh keuntungan di instrumen lain.
Portofolio yang didiversifikasi dengan baik secara konsisten mampu mengurangi tingkat volatilitas keseluruhan dibandingkan dengan hanya memegang satu jenis aset tunggal. [2]
Masuk akal, bukan?
Psikologi: Memantau Portofolio Tanpa Perlu Panik
Ini dia kesalahan fatal yang saya sebutkan di awal tadi: mengecek aplikasi investasi setiap hari - atau bahkan setiap jam - saat pasar sedang merah.
Ketika Anda melihat pasar anjlok dan berita terus menyiarkan potensi resesi global yang menakutkan sementara portofolio Anda turun 30 persen dalam seminggu, insting pertama yang muncul pasti adalah menjual semuanya secepat mungkin untuk menyelamatkan sisa uang yang ada meskipun secara historis tindakan ini justru mengunci kerugian permanen.
Jangan lakukan itu.
Fluktuasi harga sangat wajar terjadi dalam jangka pendek. Berinvestasi secara jangka panjang umumnya memberikan kesempatan bagi nilai aset Anda untuk pulih dan tumbuh kembali. Investor yang mencoba menebak pergerakan pasar (market timing) seringkali kehilangan momen pemulihan terbaik yang biasanya terjadi tepat setelah penurunan tajam.
Terapkan Rutin Dollar-Cost Averaging (DCA)
Daripada mencoba menebak kapan harga terendah akan tiba, lakukan pembelian aset secara berkala - misalnya setiap bulan setelah gajian - dengan jumlah nominal yang selalu tetap.
Cara ini sangat efektif membantu mengurangi risiko membeli aset di harga puncak. Saat harga tinggi, nominal Anda akan membeli lebih sedikit unit. Saat harga turun drastis, nominal yang sama akan memborong lebih banyak unit. Pada akhirnya, strategi ini meratakan harga beli rata-rata Anda.
Investor yang konsisten melakukan DCA mencatatkan penurunan risiko kerugian portofolio dalam periode pengamatan lima tahun jika dibandingkan dengan mereka yang menginvestasikan seluruh dananya secara sekaligus (lump sum). [3]
Panduan Mengatur Profil Risiko Investasi Anda
Memahami profil risiko Anda sendiri adalah kunci agar Anda bisa tidur nyenyak di malam hari. Berikut adalah perbandingan instrumen yang sesuai dengan tingkat toleransi Anda terhadap kerugian.Konservatif (Risiko Rendah)
Sangat aman, nilai pokok hampir tidak pernah berkurang
Deposito berjangka, Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), Surat Berharga Negara ritel
Pendek hingga menengah (1 hingga 3 tahun)
Sekadar mengalahkan inflasi dengan sedikit keuntungan tambahan
Moderat (Risiko Menengah) ⭐
Sesekali ada penurunan nilai, namun tidak terlalu drastis
Obligasi korporasi, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran
Menengah (3 hingga 5 tahun)
Pertumbuhan stabil di atas tingkat inflasi tahunan
Agresif (Risiko Tinggi)
Siap melihat portofolio turun puluhan persen dalam waktu singkat
Saham perusahaan, Reksa Dana Saham, Aset Kripto
Panjang (lebih dari 5 tahun)
Pertumbuhan modal yang sangat maksimal dalam jangka panjang
Bagi kebanyakan pemula, profil moderat adalah titik awal yang paling masuk akal. Anda mendapatkan potensi imbal hasil yang jauh lebih baik daripada sekadar menabung di bank, namun tetap terlindungi dari serangan jantung saat bursa saham global sedang terguncang.Perjalanan Budi Menghadapi Fluktuasi Pasar Saham
Budi, seorang staf IT berusia 29 tahun di Jakarta, sangat antusias memulai investasi reksa dana saham untuk tujuan pensiunnya. Namun, baru tiga bulan berjalan, sentimen pasar memburuk dan portofolionya langsung anjlok 18%. Dia sangat panik karena takut kehilangan seluruh modal investasinya yang dikumpulkan dari bonus tahunan.
Insting pertamanya adalah memeriksa aplikasi investasi tersebut setiap 30 menit sekali saat jam kerja. Jantungnya berdebar kencang, tangannya berkeringat. Karena tidak tahan melihat angka yang terus menurun, dia menjual seluruh unit reksa dananya dalam kondisi rugi total, merasa bahwa investasi adalah sebuah penipuan.
Enam bulan kemudian, Budi menyadari bahwa pasar telah pulih dan nilainya justru lebih tinggi dari saat dia pertama kali membeli. Dia belajar bahwa kesalahannya adalah menggunakan dana yang mungkin dia butuhkan tahun depan dan tidak memiliki sistem yang otomatis. Dia kemudian mengatur fitur auto-debet bulanan di aplikasi investasinya dan berjanji untuk menghapus aplikasi tersebut dari layar utama ponselnya.
Dalam dua tahun berikutnya, Budi tetap konsisten dengan strategi Dollar-Cost Averaging tanpa mempedulikan berita harian. Portofolionya kini stabil dengan pertumbuhan rata-rata 9% per tahun, dan yang terpenting, dia tidak lagi kehilangan fokus saat bekerja akibat stres memikirkan fluktuasi harga.
Perkara Utama
Selalu Lakukan Riset Sebelum MembeliJangan pernah membeli aset hanya karena ikut-ikutan tren (FOMO). Pastikan Anda menganalisis fundamental perusahaan atau rekam jejak pengelolanya terlebih dahulu.
Amankan setidaknya 6 bulan pengeluaran rutin Anda dalam instrumen yang sangat likuid sebelum Anda mulai membeli aset berisiko tinggi.
Konsistensi Mengalahkan Market TimingRutin membeli aset dengan jumlah tetap setiap bulan (DCA) jauh lebih aman dan tidak membuat stres dibandingkan mencoba menebak kapan harga akan berada di titik terendah.
Pengembangan Pengetahuan
Apakah saya bisa kehilangan seluruh modal investasi saya?
Sangat kecil kemungkinannya jika Anda melakukan diversifikasi dengan benar dan menghindari investasi bodong. Kehilangan 100% modal biasanya hanya terjadi jika Anda menaruh semua uang pada satu perusahaan yang kemudian bangkrut, atau jika Anda berinvestasi di platform ilegal.
Bagaimana cara membedakan antara kebutuhan pokok dan uang dingin?
Uang dingin adalah sisa dana setelah Anda membayar cicilan utang, tagihan bulanan, biaya makan, dan sudah menyisihkan porsi untuk dana darurat. Jika uang tersebut rencananya akan digunakan dalam waktu kurang dari 3 tahun, itu bukan uang dingin.
Apa yang harus saya lakukan saat panik melihat pasar turun tajam?
Tutup aplikasinya dan jangan lakukan transaksi apapun di hari itu. Berinvestasi secara jangka panjang berarti Anda harus menerima bahwa pasar akan selalu naik turun. Ingatkan diri Anda kembali pada tujuan awal, misalnya untuk dana pensiun yang masih 15 tahun lagi.
Dokumen Berkaitan
- [1] Schwab - Secara historis, pasar saham dan aset berisiko lainnya mengalami fluktuasi yang signifikan, dengan koreksi harga sekitar 10% hingga 20% yang terjadi hampir setiap beberapa tahun.
- [2] Investor - Portofolio yang didiversifikasi dengan baik secara konsisten mampu mengurangi tingkat volatilitas keseluruhan dibandingkan dengan hanya memegang satu jenis aset tunggal.
- [3] Investor - Investor yang konsisten melakukan DCA mencatatkan penurunan risiko kerugian portofolio dalam periode pengamatan lima tahun jika dibandingkan dengan mereka yang menginvestasikan seluruh dananya secara sekaligus (lump sum).
- Perangkat apa saja yang dibutuhkan dalam membuat jaringan?
- Instrumen investasi ada apa saja?
- Bagaimana perubahan iklim memengaruhi kesehatan mental manusia?
- Kenapa manusia bisa mengalami jatuh cinta dalam hidupnya?
- Apa kesimpulan dari MS Excel?
- Mengapa di Indonesia memiliki banyak suku bangsa?
- Bisakah kuota lokal digunakan di daerah lain?
- Apakah mungkin untuk membuka rekening bank sebagai orang asing?
- 10 tumbuhan langkah di Indonesia?
- Berapa lama iPhone 13 bisa digunakan?
Maklum balas jawapan:
Terima kasih atas maklum balas anda! Maklum balas anda sangat penting dalam membantu kami menambah baik jawapan pada masa hadapan.