Cara cek apakah nama kita aman di OJK?

188 tontonan
Periksa nama anda di Sistem Informasi Debitur (SID) dalam talian melalui laman web iDebku (idebku.ojk.go.id). Daftarkan diri dengan mengisi borang, muat naik dokumen sokongan yang diperlukan, dan klik Selanjutnya.
Maklum Balas 0 suka

Cara Semak Adakah Nama Kita Senarai Hitam di OJK

Sistem Informasi Debitur (SID) OJK merupakan pangkalan data yang menyimpan rekod tentang peminjam yang mempunyai hutang bermasalah dengan institusi kewangan di Indonesia. Untuk mengetahui sama ada nama kita tersenarai dalam SID, boleh ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Lawati Laman Web iDebku

Layari laman web rasmi iDebku di alamat https://idebku.ojk.go.id.

  1. Daftar Akaun

Klik butang "Daftar" dan isikan borang pendaftaran dengan lengkap. Pastikan mengisi data diri dengan betul dan jelas.

  1. Muat Naik Dokumen Sokongan

Setelah selesai mengisi borang pendaftaran, muat naik dokumen sokongan yang diperlukan, seperti:

  • Kad pengenalan (KTP)
  • Pasport (untuk warga negara asing)
  • Surat kuasa (jika diwakilkan)
  1. Klik Selanjutnya

Setelah melengkapkan pendaftaran dan mengunggah dokumen sokongan, klik butang "Selanjutnya" untuk meneruskan proses.

  1. Periksa Status SID

Setelah proses pendaftaran selesai, sistem akan memeriksa status SID berdasarkan data yang telah diserahkan. Hasil pemeriksaan akan ditampilkan pada layar. Jika nama kita tidak terdaftar dalam SID, akan muncul notifikasi "Tidak Terdaftar". Sebaliknya, jika nama kita terdaftar dalam SID, akan ditampilkan informasi mengenai institusi keuangan yang memberikan pinjaman dan jumlah hutang yang belum dilunasi.

  1. Cetak Laporan

Jika desired, kita boleh mencetak laporan hasil pemeriksaan SID dengan mengklik butang "Cetak". Laporan tersebut dapat digunakan sebagai bukti bahwa nama kita tidak masuk dalam daftar hitam OJK.

Dengan melakukan pemeriksaan SID secara berkala, kita dapat memantau kesehatan keuangan kita dan memastikan bahwa nama kita tidak terdaftar dalam daftar hitam OJK. Hal ini penting untuk menghindari kesulitan dalam mengakses layanan keuangan di masa mendatang.