Apa saja kebijakan moneter di Indonesia?

0 tontonan
Kebijakan moneter di Indonesia diatur dan dijalankan oleh Bank Indonesia untuk mencapai dan menjaga stabilitas nilai Rupiah terhadap harga barang maupun nilai tukar mata uang asing. Jenis kebijakan tersebut meliputi Kebijakan Moneter Ekspansif guna menambah jumlah uang beredar serta Kebijakan Moneter Kontraktif guna mengurangi jumlah uang beredar untuk meredam laju inflasi tinggi.
Maklum Balas 0 suka

Kebijakan moneter di Indonesia: Ekspansif vs Kontraktif

Memahami mekanisme pengelolaan keuangan negara membantu masyarakat mengenali upaya menjaga stabilitas nilai mata uang secara menyeluruh.
Pelajari jenis kebijakan moneter bank indonesia yang diterapkan otoritas guna mengendalikan peredaran dana di pasar.

Mengenal Kebijakan Moneter di Indonesia dan Peran Bank Indonesia

Kebijakan moneter di Indonesia diatur dan dijalankan oleh Bank Indonesia untuk mencapai dan menjaga stabilitas nilai Rupiah, baik terhadap harga barang maupun nilai tukar mata uang asing[1]. Stabilitas ini sangat krusial agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa berjalan lancar tanpa terganggu oleh gejolak harga yang ekstrem. Bank Indonesia menggunakan berbagai instrumen dan strategi terukur dalam mengendalikan peredaran uang di tengah masyarakat.

Tujuan Utama dan Dua Wajah Kebijakan Moneter

Secara garis besar, strategi pengaturan uang beredar ini dibagi menjadi dua jenis utama yang disesuaikan dengan kondisi siklus ekonomi yang sedang terjadi. Ketika ekonomi lesu, pendekatan berbeda dibutuhkan dibandingkan saat inflasi melonjak tinggi. Pengendalian ini ibarat rem dan gas dalam kendaraan ekonomi nasional.

Jenis kebijakan tersebut meliputi kebijakan uang ketat dan longgar yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar[3]. Kebijakan Moneter Ekspansif atau Easy Money Policy merupakan langkah menambah jumlah uang beredar guna memicu pertumbuhan ekonomi saat lesu atau terjadi kelesuan daya beli. Sebaliknya, Kebijakan Moneter Kontraktif atau Tight Money Policy adalah langkah mengurangi jumlah uang beredar guna meredam laju inflasi yang tinggi.

Instrumen Utama yang Digunakan Bank Indonesia

Dalam menjalankan roda kebijakan moneternya, Bank Indonesia tidak bekerja dengan angan-angan, melainkan menggunakan seperangkat instrumen teknis yang berdampak langsung pada perbankan dan masyarakat. Instrumen-instrumen ini menjadi pengendali utama likuiditas nasional.

Suku Bunga Acuan dan Operasi Pasar Terbuka

Suku Bunga Acuan atau BI-Rate / BI7DRR adalah instrumen utama bank indonesia di mana BI menaikkan atau menurunkan suku bunga untuk memengaruhi tingkat suku bunga perbankan dan pinjaman masyarakat. Ketika suku bunga acuan naik, cicilan kredit biasanya ikut merangkak naik. Sebaliknya, Operasi Pasar Terbuka atau OPT melibatkan penjualan atau pembelian surat berharga negara untuk mengontrol likuiditas di pasar[6].

Rasio Cadangan Wajib hingga Imbauan Moral

Selain dua instrumen tadi, terdapat Rasio Cadangan Wajib atau Giro Wajib Minimum yang mengatur besar porsi dana pihak ketiga yang wajib disimpan bank umum di Bank Indonesia. Ada pula Kebijakan Diskonto atau Discount Rate untuk mengubah tingkat suku bunga pinjaman yang diberikan BI kepada bank umum. Terakhir, Imbauan Moral atau Moral Suasion dipakai oleh otoritas moneter untuk memberikan saran atau instruksi kepada bank-bank agar berhati-hati atau mendukung target likuiditas tertentu dengan memerhatikan tujuan kebijakan moneter bi secara menyeluruh[9].

Perbandingan Jenis Kebijakan Moneter di Indonesia

Bank Indonesia menerapkan dua pendekatan berlawanan tergantung pada arah angin perekonomian makro saat itu.

Kebijakan Ekspansif (Easy Money)

Menambah jumlah uang beredar dan menurunkan suku bunga acuan

Mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengatasi kelesuan daya beli masyarakat

Saat krisis ekonomi, lesu darah, atau pertumbuhan melambat

Kebijakan Kontraktif (Tight Money)

Mengurangi jumlah uang beredar dan menaikkan suku bunga acuan

Meredam laju inflasi yang terlalu tinggi dan menstabilkan harga

Saat ekonomi terlalu panas (overheating) dan harga barang melonjak

Pemilihan antara kebijakan ekspansif atau kontraktif sangat bergantung pada data inflasi dan pertumbuhan PDB riil. Keduanya adalah instrumen penyeimbang agar stabilitas makroekonomi Indonesia tetap terjaga dalam jangka panjang.
Jika Anda ingin memahami dasar pengaturannya lebih lanjut, pelajari Apa yang dimaksud sistem moneter di Indonesia?

Langkah Antisipasi Inflasi oleh Bank Indonesia

Budi, seorang pengusaha UMKM garmen di Bandung, merasa bingung ketika harga bahan baku kain melonjak tajam akibat inflasi yang merangkak naik secara nasional.

Di saat bersamaan, Bank Indonesia memutuskan untuk memperketat likuiditas guna mengerem kenaikan harga barang yang makin tidak terkendali di pasaran.

Budi mendapati pengajuan pinjaman modal usahanya di bank dikenakan bunga yang lebih tinggi dari biasanya karena penyesuaian suku bunga acuan.

Meski terasa berat di awal karena cicilan sedikit naik, langkah kontraktif tersebut perlahan mampu meredam gejolak harga bahan baku, membuat operasional bisnis Budi kembali stabil setelah beberapa bulan.

Hasil Yang Perlu Dicapai

Peran Sentral Bank Indonesia

Bank Indonesia memegang kendali penuh atas kebijakan moneter untuk menjaga kestabilan nilai Rupiah terhadap barang dan valuta asing.

Dua Kutub Kebijakan

Kebijakan moneter terbagi menjadi ekspansif untuk mendongkrak ekonomi lesu dan kontraktif guna meredam inflasi tinggi.

Instrumen Pengendali Utama

BI memanfaatkan suku bunga acuan, operasi pasar terbuka, giro wajib minimum, diskonto, serta imbauan moral untuk mengatur likuiditas.

Bahagian Pengecualian

Apa tujuan utama kebijakan moneter di Indonesia?

Tujuan utamanya adalah mencapai dan menjaga stabilitas nilai Rupiah, baik terhadap harga barang dan jasa melalui pengendalian inflasi maupun terhadap nilai tukar mata uang asing.

Apa bedanya kebijakan uang ketat dan uang longgar?

Kebijakan uang ketat (tight money policy) dipakai untuk mengurangi jumlah uang beredar guna meredam inflasi, sedangkan kebijakan uang longgar (easy money policy) bertujuan menambah uang beredar untuk memicu pertumbuhan ekonomi.

Bagaimana instrumen suku bunga acuan memengaruhi cicilan saya?

Ketika Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan, bank umum biasanya ikut menaikkan suku bunga kredit, yang membuat cicilan pinjaman atau KPR ikut naik.

Sumber Maklumat

  • [1] Bi - Kebijakan moneter di Indonesia diatur dan dijalankan oleh Bank Indonesia (BI) untuk mencapai dan menjaga stabilitas nilai Rupiah, baik terhadap harga barang/jasa maupun nilai tukar mata uang asing.
  • [3] Bi - Kebijakan Moneter Ekspansif (Easy Money Policy): Menambah jumlah uang beredar guna memicu pertumbuhan ekonomi saat lesu atau terjadi kelesuan daya beli.
  • [6] Bi - Operasi Pasar Terbuka (OPT): Menjual atau membeli surat berharga negara (seperti SRBI atau SBN) untuk mengontrol likuiditas di pasar.
  • [9] Bi - Imbauan Moral (Moral Suasion): Memberikan saran atau instruksi kepada bank-bank agar berhati-hati atau mendukung target likuiditas tertentu.